Rencana Kapolri Didukung Penuh Pengelola Data Center

Hai Sobat Padi Reload, gimana nih kabarnya hari ini ? Alhamdulillah ya kalau sehat semuanya. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai ”
Rencana Kapolri Didukung Penuh Pengelola Data Center
“. Cekidot informasinya ya Sob…

Jakarta – Indonesia Data Center Provider Organizaton (IDPRO) mengaku bersiap mengimplementasikan dan mendukung penuh keinginan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar data center media sosial dipindahkan ke Indonesia.

Wacana buat memindahkan data center punya Facebook, Twitter dkk itu pernah disebutkan oleh Kapolri bagi mengantisipasi isu-isu provokasi yg gampang sekali menyebar melalui media sosial.

Namun IDPRO mengingatkan, sebelum menuju ke tahap itu, pemerintah harus terlebih dahulu menerbitkan aturan turunan yg lebih detail dan mengikat buat menumbuhkan ekosistem industri data center nasional yg berdayaguna dan kompetitif agar kedaulatan data bangsa Indonesia tetap terjaga.

“Keberadaan data center bagi layanan publik di wilayah jurisdiksi Indonesia adalah masalah kedaulatan data bangsa Indonesia. Kami setuju dengan usulan Kapolri yg minta media sosial menempatkan pusat data di Indonesia,” tegas Ketua Umum IDPRO Kalamullah Ramli kepada detikINET di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Menurutnya, Indonesia telah memiliki Undang-undang No. 11/2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan Peraturan Pemerintah No. 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE), khususnya pasal 17 ayat 2.

Di situ disebutkan tentang kewajiban penyelenggara sistem elektronik buat menempatkan pusat data dan pusat pemulihan bencana di wilayah Indonesia bagi kepentingan penegakan hukum, perlindungan, dan penegakan kedaulatan negara terhadap data warga negaranya.

“Sekarang itu perlunya pemerintah langsung menerbitkan aturan turunan yg lebih detil dan mengikat bagi menumbuhkan ekosistem industri data center nasional yg berdayaguna dan berdayasaing,” kata Prof Mully, panggilan akrabnya.

Menurutnya, buat kebijakan penempatan Data Center di dalam negeri untuk layanan publik atau layanan yg menyimpan data strategis Warga Negara, Indonesia tak sendirian.

Berdasarkan laporan dari Oxford University, Rusia dan China sudah menerapkan kebijakan serupa. Brazil berencana menerapkan kebijakan yg mirip. Jerman juga memiliki Privacy Laws yg sangat ketat dan rigid, yg menyebabkan Microsoft pada November 2015 menetapkan menempatkan data center layanan cloud mereka di dalam negara Jerman.

Uni Eropa mempersiapkan aturan yg mewajibkan penempatan Data Center di dalam wilayah Eropa. Kebijakan negara Jerman sudah menyebabkan industri Data Center nasional mereka tumbuh dengan sangat cepat.

Sejak ditetapkannya PP PSTE, dari data yg dirilis IDPRO, data center nasional sudah berinvestasi lebih dari USD 400 juta, dan sudah bersiap melayani kebutuhan data center di berbagai level dan kebutuhan: akan dari Tier 1 hingga Tier 4.

Tier 4 adalah level layanan Quality of Services (QoS) data center tertinggi ketika ini yg dikenal secara internasional. Menurut Frost and Sullivan, market value data center di Indonesia ketika ini mencapai USD 58,1 juta dan diproyeksi mulai tumbuh menjadi USD 484 juta di 2022.

“Dari data tersebut, pemerintah perlu memberikan dukungan buat data center nasional sebagai bagian dari infrastruktur pendukung penting untuk pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” pungkas Prof Mully yg sebelumnya pernah menjabat Dirjen Perangkat Pos Informatika di Kementerian Kominfo.

Di ketika IDPRO mendukung penuh rencana Kapolri, namun pemikiran Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ternyata tidak sejalan dengannya. Karena menurutnya, tak dapat cuma karena alasan kedaulatan data, segala server perusahaan asing harus ditempatkan di Indonesia.

“Ada dua sektor yg secara fisik (server/data center) harus di sini (Indonesia). Ada pula yg yang lain yg tak harus di sini,” ujarnya dalam sejumlah kesempatan.

Ia mencontohkan dua sektor yg harus berada di Indonesia, seperti sektor pertahanan dan sektor yg berkaitan dengan keuangan. Jika tak menyangkut keamanan dan kepentingan nasional, tak harus ada server di Indonesia.

“Untuk apa ada teknologi cloud computing? Teknologi itu menembus batas negara,” ujar menteri yg akrab disapa Chief RA ini.

Menurut dia, penempatan server untuk industri harus dipilah lagi, mana yg harus di Indonesia, dan mana yg tidak. Jika industri tersebut bersifat komersial, maka ujung-ujungnya adalah efisiensi atau perhitungan untung rugi. (rou/fyk)

Sumber: http://inet.detik.com

Gimana sob artikelnya tentang
Rencana Kapolri Didukung Penuh Pengelola Data Center
, Semoga bermanfaat untuk seluruh Sobat Padi Reload di seluruh Indonesia ya…. Have a Nice Day

Tags: Info Techno

Related Post "Rencana Kapolri Didukung Penuh Pengelola Data Center"

Mengapa Menara BTS Di Jakarta Jadi Mirip Pohon?
Hai Sobat Padi Reload, gimana nih kabarnya
Samsung Ganti Baru Semua Galaxy Note 7 Di Pasaran
Hai Sobat Padi Reload, gimana nih kabarnya
Samsung Resmi “Recall” Galaxy Note 7
Hai Sobat Padi Reload, gimana nih kabarnya
Resmi, Sony Rilis Duo Xperia X Dengan Kamera 23 Megapiksel
Hai Sobat Padi Reload, gimana nih kabarnya